twitter




Panduan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mataram
 (Team KKN Al-Hidayah 2015)



1.          PRINSIP DASAR dalam KKN Tematik
Sejalan dengan perubahan paradigma tersebut, maka KKN Tematik dilaksanakan dengan berpijak pada prinsip-prinsip:
a.    Keterpaduan Aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi
aspek pendidikan dan pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis penelitian menjadi landasan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan tolok ukur evaluasi KKN Tematik.
b.    Pelestarian Tri Gatra KKN Tematik
KKN Tematik dilaksanakan untuk mencapai pengembangan kepribadian mahasiswa (personality development), pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan pengembangan institusi (institutional development).
c.    Empati-Partisipatif
KKN Tematik dilaksanakan untuk menggerakkan masyarakat dalam pembangunan melalui berbagai kegiatan yang dapat melibatkan, mengikutsertakan, dan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan. KKN Tematik dilaksanakan secara interaktif dan sinergis antara mahasiswa dan masyarakat. Konsekuensinya, keterlibatan kedua belah pihak dalam setiap kegiatan mutlak diperlukan. Keterlibatan itu dimulai sejak perencanaan program kegiatan lapangan, pelaksanaan, dan pengusahaan pendanaan. Untuk itu para mahasiswa dan pengelola KKN Tematik harus mampu mengadakan pendekatan sosio-kultural terhadap masyarakat sehingga lebih kooperatif dan partisipatif.
d.   Interdisipliner
KKN Tematik dilaksanakan oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan universitas dan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh LPPM. Dalam operasionalnya mahasiswa mengembangkan mekanisme pola pikir dan pola kerja interdisipliner untuk memecahkan permasalahan yang ada di lokasi KKN Tematik. Untuk cakupan Fakultas, KKN Tematik dapat dilakukan antar jurusan/program studi yang ada.
e.    Komprehensif-Komplementatif dan berdimensi luas
 KKN Tematik berfungsi sebagai pengikat, perangkum, penambah dan pelengkap kurikulum yang ada. Dengan demikan diharapkan mahasiswa peserta KKN Tematik mampu mengaktualisasikan diri secara profesional dan proporsional.
f.     Realistis-Pragmatis
program-program kegiatan yang direncanakan pada dasarnya bertumpu pada permasalahan dan kebutuhan nyata di lapangan, dapat dilaksanakan sesuai dengan daya dukung sumber daya yang tersedia di lapangan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
g.    Environmental development;
KKN Tematik dilaksanakan untuk melestarikan dan mengembangkan lingkungan fisik dan sosial untuk kepentingan bersama.

2.             PRINSIP PELAKSANAAN
Pelaksanaan kegiatan KKN PPM dilakukan dengan karakteristik sebagai berikut:
  1. Co-creation (gagasan bersama): KKN Tematik dilaksanakan berdasar pada suatu tema dan program yang merupakan gagasan bersama antara universitas (dosen, mahasiswa, Pusat Studi) dengan pihak Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat setempat.
  2. Co-financing/co-funding (dana bersama): KKN Tematik dilaksanakan dengan pendanaan bersama antara mahasiswa pelaksana, universitas dengan pihak Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat setempat, disesuaikan dengan tema dan program yang telah disepakati.
  3. Flexibility (keluwesan): KKN Tematik dilaksanakan berdasarkan pada suatu tema dan program yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat dalam proses pembangunan di daerah. Mahasiswa dapat memilih tema dan waktu pelaksanaan KKN Tematik yang ditawarkan universitas sesuai dengan keinginannya.
  4. Sustainability (berkesinambungan): KKN Tematik dilaksanakan secara berkesinambungan berdasarkan suatu tema dan program yang sesuai dengan tempat dan target tertentu.
  5. KKN Tematik dilaksanakan berbasis riset (Research based Community Services).

3.             TUJUAN
Kegitaan Revitalisasi KKN Tematik menjadi program pemberdayaan masyarakat di Perguruan Tinggi Khususnya di Universitas Mataram bertujuan untuk:
  • Mempertahankan mata kuliah KKN menjadi mata kuliah wajib pada Perguruan Tinggi di Universitas Mataram
  • Mengubah pelaksanaan program KKN dari paradigma pembangunan (development) menjadi paradigma pemberdayaan (empowewrment)
  • Menerapkan KKN Tematik

Tujuan dari pelaksanaan KKN Tematik adalah:
a.       Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa.
b.      Melaksanakan terapan Ipteks secara teamwork dan interdisipliner.
c.       Menanamkan nilai kepribadian :
-       Nasionalisme dan jiwa Pancasila.
-       Keuletan, etos kerja dan tangung jawab.
-       Kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan.
-       Meningkatkan daya saing nasional.
-       Menanamkan jiwa peneliti
-        Eksploratif dan analisis.
-       Mendorong learning community dan learning society.

4.             SASARAN
Sasaran dalam pelaksanaan kegitan KKN PPM adalah:
  1. Lembaga/instansi pemerintah
  2. Badan Usaha Milik Negara/Daerah
  3. Perusahaan swasta
  4. Masyarakat

5.             PERSYARATAN
Persyaratan bagi mahasiswa yang akan mengikuti KKN PPM antara lain:
  1. Mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa pada jenjang pendidikan S1
  2. Mahasiswa telah merencanakan KKN dalan KRS
  3. Mahasiswa telah menempuh Sistem Kredit Semester (SKS) minimal 120 SKS tanpa nilai E
  4. Mahasiswa yang memprogramkan KKN dimungkinkan mengambil mata kuliah atau praktikum selama pelaksanaan KKN dengan tidak mengganggu kegiatan KKN
  5. Masing-masing kelompok maksimal 15 orang mahasiswa

6.             PROSEDUR PENGAJUAN KEGIATAN KKN TEMATIK
  1. Mahasiswa mengajukan tema KKN Tematik kepada BP2EB (Badan Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi dan Bisnis)
  2. Seleksi tema oleh BP2EB
  3. Penetapan dosen pembimbing oleh BP2EB
  4. Menyusun proposal kegiatan yang disetujui oleh dosen pembimbing dan diajukan ke BP2EB. BP2EB akan melakukan pengkajian terhadap proposal tersebut (format penilaian proposal terlampir). Proposal rangkap empat: BP2EB, LPM, Mitra (Perusahaan) dan Mahasiswa (ketua kelompok KKN Tematik)
  5. Proposal yang disetujui akan disahkan oleh Dekan Fakultas Ekonomi (ada stempel fakultas) dibawah koordinasi BP2EB (format proposal terlampir)
  6. Melakukan pendaftaran peserta KKN Tematik melalui Bagian Akademik Fakultas Ekonomi Unram (tanggal pendaftaran akan diumumkan, dalam satu tahun terdapat dua periode KKN yang dapat dipilih, yaitu pada Bulan Agustus dan Februari)
  7. Mahasiswa membayar biaya pelaksanaan KKN Tematik yang besarnya sesuai dengan Surat Keputusan Rektor, dan disetor langsung ke Rekening Rektor Universitas Mataram
  8.  Mahasiswa melakukan pendaftaran ulang peserta KKN Tematik di Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Mataram
  9. Proposal yang telah disahkan kemudian diserahkan ke Bagian Akademik Fakultas Ekonomi Unram untuk selanjutnya dibuatkan Surat Pengantar ke Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Mataram
  10. Setelah menerima Proposal tersebut, LPM akan melakukan pemanggilan kepada seluruh kelompok KKN Tematik beserta anggotanya untuk melakukan Pertemuan dengan didampingi oleh Ketua BP2EB. Hal ini ditujukan untuk menjalin koordinasi antara LPM, Fakultas Ekonomi (BP2EB) dan Mahasiswa KKN Tematik. 

7.             BENTUK KEGIATAN
Bentuk Kegiatan KKN Tematik antara lain:
  1. Magang pada kantor Dinas Instansi/perusahaan 
  2.  Melaksanakan kegiatan pembelajaran/pendidikan di masyarakat
  3. Melatih keterampilan kerja/usaha
  4. Pendampingan dalam menciptakan wirausaha baru atau UMKM bagi masyarakat pedesaan maupun perkotaan

8.             LUARAN
Luaran dari bentuk kegiatan diatas adalah:
  1. Suatu organisasi/lembaga yang lebih profesional dalam menjalankan suatu bidang kegiatan/usaha sesuai tujuan dan sasaran
  2. Adanya modul atau artikel ilmiah yang merupakan temuan proses dan cara sebuah karya cipta dan paten yang dapat diterapkan oleh masyarakat
  3. Hasil produksi barang dan jasa yang dapat membantu masyarakat pada dasarnya untuk meningkatkan taraf hidup melalui berbagai bidang kegiatan
  4. Perubahan perilaku, sikap, kesadaran dan motivasi masyarakat dalam membangun diri sendiri. Masyarakat dan lingkungan

9.             WAKTU/LAMA KEGIATAN
  1. Kegiatan dilaksanakan minimal selama 45 hari (1,5 bulan) dan maksimal selama 90 hari (3 bulan)
  2. Dalam setiap hari mahasiswa harus bekerja maksimal selama 8 (delapan) jam kerja
  3. Pelaksanaannya tidak bersamaan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler/Konvensional
 

10.         TEMA KEGIATAN KKN TEMATIK        :
Komposisi program KKN  
program mahasiswa terdiri dari
1. program pokok
2. program tambahan

11.         TAHAPAN KEGIATAN KKN TEMATIK (PPM)
a.    Persiapan
  1. Seleksi tema oleh Tim Fakultas (BP2EB)
  2. Penetapan pembimbing oleh BP2EB berkoordinasi dengan jurusan yang relevan
  3.  Penyusunan Proposal oleh Mahasiswa
  4. Pengajuan proposal ke BP2EB setelah disetujui oleh Dosen Pembimbing
  5. Penilaian kelayakan proposal oleh Tim Fakultas (BP2EB)
  6. Pengesahan proposal oleh pimpinan fakultas (Dekan)
  7.  Pendaftaran KKN Tematik di Bagian Akademik
  8. Membayar biaya KKN Tematik
  9. Melakukan pendaftaran ulang di LPM
  10. Prosposal yang telah disetujui dibuatkan Surat Pengantar oleh Bagian Akdemik untuk diajukan ke LPM Universitas Mataram
  11. Pertemuan LPM, BP2EB dan Seluruh Kelompok KKN beserta anggotanya di Kantor LPM
  12. Pembekalan KKN. Materi tema dan non-tema oleh Dosen Pembimbing atau Dosen lain sesuai bidang ilmunya
b.   Pelaksanaan
  1. Penempatan Mahasiswa ke lokasi oleh LPM
  2. Pelaksanaan dan pendampingan lapangan oleh Dosen Pembimbing
  3. Penarikan mahasiswa dari lokasi oleh LPM
c.    Pelaporan
     Seluruh bentuk Laporan dirangkap empat: BP2EB, LPM, Mitra (Perusahaan) dan Mahasiswa        (ketua kelompok KKN Tematik)
  1. Penyusunan Laporan Program Kegiatan (Format terlampir)
  2. Penyusunan Laporan Kemajuan Kegiatan (Format terlampir)
  3. Penyusunan Laporan Akhir Pelaksanaan Kegiatan (Format terlampir)
12.         PENILAIAN
1.    Penilaian KKN Tematik terdiri dari 3 (tiga) komponen dengan bobot mencapai 100% yaitu:
a.     Nilai Proposal yang bersumber dari tim penilai (BP2EB) dengan bobot 20 %
b.    Nilai dari dosen pembimbing dengan bobot 40 % antara lain :
-       Program kegiatan
-       Pelaksanaan kegiatan lapangan
-       Laporan perkembangan kegiatan
-       Laporan akhir kegiatan
-       Sikap dan prilaku mahasiswa
c.    Nilai dari pejabat/wakil kelompok sasaran (pimpinan perusahaan) dengan bobot 40%
2.    Daftar Nilai yang telah diisi oleh BP2EB, Dosen Pembimbing dan Pimpinan Perusahaan selanjutnya diserahkan ke LPM untuk diproses lebih lanjut.
3.    Bobot Satuan Kredit Semester setara dengan 3 (tiga) SKS

13.         PEMBIAYAAN
  1. Bersumber dari Mahasiswa KKN Tematik sesuai dengan keputusan Rektor Universitas Mataram yang disetor langsung ke Rekening Rektor Universitas Mataram.
  2. Biaya pelaksanaan KKN Tematik dapat juga bersumber dari mitra yang besarnya sesuai dengan kesepakatan
  3. Sumber-sumber lain yang tidak mengikat


semangat 2015, tahap penyusunan skripsi dan akhirnya wisuda bareng......hore....hore.




SELAYANG PANDANG DESA GIRI SASAK KECAMATAN KURIPAN KABUPATEN LOMBOK BARAT

       I.       PEMERINTAHAN
Gambaran mengenai pembagian wilayah administrasi di Kecamatan Kuripan, banyaknya aparat pemerintahan yang ada, dan banyaknya lembaga-lembaga lain yang mendukung kelancaran jalannya pemerintahan di Kecamatan Kuripan desa giri sasakJumlah Dusun 5, Jumlah RT 13, Penghulu 1. Banyaknya    Sarana   Perekonomian; pasar umum 1, kios 42. Anggota BPD, LPM dan PKK; BPD 5, LPM 15, PKK 12.

    II.        KEPENDUDUKAN
Banyaknya jumlah penduduk yang dimiliki oleh suatu wilayah merupakan potensi yang ada pada wilayah itu, sehingga diperlukan langkah pengembangan dan pengelolaan yang tepat agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kesejahteraan penduduk tersebut. Jumlah penduduk, rumaH tangga, pola kependudukan, migrasi baik masuk maupun keluar, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan mobilitas penduduk di Kecamatan Kuripan Desa giri sasak.
Jumlah  Penduduk Menurut  Jenis Kelamin; laki-laki 1681, perempuan 1803, kepadatan 732/km2, jumlah Rumah tangga 993, Jumlah  PendudukMenurut   Kelompok Umur:

Umur
Jumlah
0-4
392
5-9
305
10-14
373
15-19
405
20-24
330
25-29
341
30-34
282
35-39
287
45-49
157
50-54
130
55-59
97
60-64
85
64+
104

 III.         SOSIAL
Menghadapi era globalisasi, sumber daya manusia yang berkualitas sangat diperlukan. Selain untuk meningkatkan daya saing, sumber daya manusia yang baik dapat menunjang keberhasilan
pembangunan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Pendidikan yang memadai dan tepat sasaran sejak dini akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada.
Jumlah Sekolah; SD 3, Murid 357, ruang kelas 16. Jumlah  Sarana  Kesehatan; puskesmas 1, tempat praktek dokter 1, posyandu 5, polindes 1. Jumlah Peserta KB Aktif; PUS 722, MOW 5, IMPL 63, IUD 44, SUNTIKAN 137, Pil 144, Kondom 14. Jumlah tempat ibadah; mushollah 5, masjid 5, jumlah yayasan 1, group kesenian musik 1, tempat rekreasi 1.  

 IV.         PERTANIAN
Pembangunan ekonomi sektor pertanian bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dan pendapatan petani. Kecamatan Kuripan sebagian besar penduduknya bekerja di sector pertanian, sehingga peningkatan pembangunan di sector ini akan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya menjadi lebih baik. Untuk meningkatkan produksi pertanian tidak cukup hanya diperlukan tanah yang subur, tetapi teknologi yang tepat, pengetahuan yang baik, teknik pengolahan, pengairan dan pemeliharaan juga diperlukan.
Luas Tanah Sawa Jenis Irigasi; teknis (Ha) 170,0. Luas Tanam dan Produksi Padi; luas lahan 498,0 dan produksi/ton 2.462,2. Luas  Tanam  dan  Produksi  Jagung; luas tanaman 83 dan produksi/ton 423. Luas Tanam dan Produksi Ubi Kayu; luas tanaman 5 dan produksi/ton 74. Jumlah  Ternak Kuda; jantan 10 ekor, betina 13 ekor. Jumlah  Ternak Kerbau; jantan 75 ekor, betina 123 ekor. Jumlah  Ternak  Sapi; jantan 75 ekor, betina 122 ekor. Jumlah Ternak Kambing; kambing 194. Jumlah Ternak Unggas; ayam ras pedaging 12.000, ayam buras 8.527, itik 967, merpati 649.

    V.       INDUSTRI
Salah satu sasaran dari pembangunan adalah menciptakan suatu perekonomian yang mandiri dan andal dengan bercirikan industri yang kokoh, kuat dan maju. Industri besar maupun industri sedang memang mulai dikembangkan di Kecamatan Labuapi, namun industri kecil yang berkembang di Kecamatan ini mulai mengalami peningkatan. Listrik merupakan sumber energi yang diperlukan bagi manusia. Selain sebagai salah satu sumber penerangan, listrik juga diperlukan untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Namun sayangnya masih belum semua Desa di kecamatan ini dapat menikmati energi listrik.
Jumlah   Industri   Rumah   Tangga,   Industri   Besar, dan Sedang; industri kerajinan RT 180. Banyaknya   Rumah   Tangga   Pengguna  Listrik PLN; rumah tangga 955. Banyaknya    Sarana    Air      Bersih    Rumah  Tangga; sumur swadaya masyarakat 122, sumur pribadi 321.