twitter


CINTA TAK TERBALAS

Kadang saya iri melihat orang-orang di sekeliling saya, disayangi oleh "seseorang". Apalagi di bulan Februari. Di mana-mana nuansanya Valentine. Saya memang penganut "tiada pacaran sebelum akad", tapi sebagai manusia kadang timbul juga perasaan ingin diperhatikan secara istimewa.

Saya tidak pernah tahu rasanya candle light dinner. Pun tidak pernah menerima bunga mawar merah. Tidak ada yang menawarkan jaketnya saat saya menggigil kedinginan. Atau berpegangan tangan sambil melihat hujan meteor. (Deuh, Meteor Garden banget! He..he...)

Yah, mungkin saya bisa merasakan sekilas hal-hal itu kalau saya sudah menikah. Mungkin. Mudah-mudahan. Tapi sampai saatnya tiba, bagaimana caranya supaya tidak kotor hati?
Lalu saya pun tersadar, tiga kata cinta yang saya rindukan itu sudah sering saya dengar. Orang tua saya selalu mengucapkannya. Memanggil saya dengan "sayang" betapapun saya telah menyusahkan dan sering menyakiti mereka. Mungkin mereka bahkan memanggil saya seperti itu sejak saya belum dilahirkan. Padahal belum tentu saya jadi anak yang bisa melapangkan mereka ke surga... Belum tentu bisa jadi kebanggaan... Jangan-jangan hanya jadi beban...
Tatapan cinta itu juga sering saya terima. Dari ibu yang bergadang menjaga saya yang tengah demam... Dari ayah yang dulu berhenti merokok agar bisa membeli makanan untuk saya... Dari teman yang beriring-iring menjenguk saya ketika dirawat di rumah sakit... Dari adik yang memeluk saya ketika bersedih. Dari sepupu yang berbagi makanan padahal ia juga lapar. Dari orang tua teman yang bersedia mengantarkan saya pulang larut malam. Betapa seringnya kita tidak menyadari...
Tidak hanya dari makhluk hidup. Kasih dari ciptaan Allah lainnya juga melimpah. Matahari yang menyinari dengan hangat. Udara dengan tekanan yang pas. Sampai cinta dari hal yang mungkin selama ini tidak terpikirkan. Saya pernah membaca tentang planet Jupiter. Sebagai planet terbesar di tata surya kita, Jupiter yang gravitasinya amat tinggi, seakan menarik bumi agar tidak tersedot ke arah matahari. Benda-benda langit yang akan menghantam bumi, juga ditarik oleh Jupiter. Kita dijaga! (Maaf buat anak astronomi kalau salah, tapi setahu saya sih kira-kira begitulah)
Di atas segalanya, tentu saja ada cinta Allah yang amat melimpah. Duh... Begitu banyaknya berbuat dosa, Allah masih berbaik hati membiarkan saya hidup... Masih membiarkan saya bersujud walau banyak tidak khusyunya. Padahal kalau Ia mau, mungkin saya pantas-pantas saja langsung dilemparkan ke neraka Jahannam... Coba, mana ada sih kebutuhan saya yang tidak Allah penuhi. Makanan selalu ada. Saya disekolahkan sampai tingkat tinggi. Anggota tubuh yang sempurna. Diberi kesehatan. Diberi kehidupan. Apalagi yang kurang? Tapi tetap saja, berbuat maksiat, dosa... Malu...
Tentu ada ujian dan kerikil di sepanjang kehidupan ini. Tapi bukankah itu bagian dari kasih-Nya juga? Bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan jika tidak pernah tahu rasanya kepedihan? Buat saudaraku yang diuji Allah dengan cobaan, yakinlah bahwa itu cara Allah mencintai kita. Pasti ada hikmahnya. Pasti!
Jadi, selama ini ternyata saya bukan kekurangan cinta. Saya saja yang tidak pernah menyadarinya. Bahkan saya tenggelam dalam lautan cinta yang begitu murni.
Sekarang pertanyaannya, apa yang telah kita lakukan untuk membalasnya? Kalau saya, (malu nih..) sepertinya masih sering menyakiti orang lain. Sadar ataupun tidak sadar. Kalaupun tidak sampai menyakiti, rasanya masih sering tidak peduli dengan orang. Apalagi pada Allah... Begitu besarnya cinta Allah pada saya dan saya masih sering menyalahgunakannya. Mata tidak digunakan semestinya... Lisan kejam dan menyayat-nyayat... Waktu yang terbuang sia-sia...
Kalau sudah seperti ini, rasanya iri saya pada semua hal-hal yang berbau "pacaran pra nikah" hilang sudah. Minimal, berkurang drastislah. Siapa bilang saya tidak dicintai? Memang tidak ada yang mengantar-antar saya ke mana-mana, tapi Allah mengawal saya di setiap langkah. Tidak ada candle light dinner, tapi ada sebuah keluarga hangat yang menemani saya tiap makan malam. Tidak ada surat cinta, tapi bukankah Allah selalu memastikan kebutuhan saya terpenuhi? Bukankah itu juga cinta?

Entah cinta yang "resmi" itu akan datang di dunia atau tidak. Tapi ingin rasanya membalas semua cinta yang Allah ridhoi. Tulisan ini bukan untuk curhat nasional. Yah, siapa tahu ada yang senasib dengan saya J Yuk, kita coba sama-sama. Jangan sampai ada cinta halal yang tak terbalas... (ariyanti dalam prayoga.net)


INVESTASI DI NUSA TENGGARA BARAT
OLEH HARFI HAMBANI

Investasi merupakan salah satu pendukung bagi percepatan pembangunan daerah. Oleh karenanya, dalam rangka menumbuhkan iklim investasi yang kondusif, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti program Regional Champion, dimana Provinsi NTB merupakan salah satu daerah fokus pengembangan investasi nasional. Guna menyukseskan program tersebut, berbagai kemudahan pelayanan perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan peningkatan kualitas infrastruktur akan terus diupayakan, untuk meningkatkan daya tarik sekaligus daya saing daerah.
JENIS PELAYANAN BKPMPT
1.    Memberikan layanan perizinan dan non perizinan terkait kegiatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menjadi kewenangan BKPMPT Provinsi NTB. Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan kewenangan BKPM RI.
2.    Memberikan/menyediakan data & informasi yang dibutuhkan oleh pengusaha baik secara langsung maupun telepon, fax dan email.
3.    Memberikan layanan konsultasi baik secara langsung maupun melalui fasilitas lainnya tentang peraturan dan ketentuan, persyaratan dan prosedur serta seluk beluk berusaha di NTB maupun di Indonesia.
4.    Menyediakan bantuan fasilitasi sehingga mempermudah dan memperlancar urusan berusaha dengan instansi dan pemangku kepentingan yang terkait.
5.    Memberikan bantuan mediasi terkait peenyelesaian masalah yang dihadapi antar pengusaha atau antara pengusaha dengan pihak terkait.
PERTUMBUHAN INVESTASI
1.    Y ON Y
Target Laju Pertumbuhan Investasi pada tahun 2014 sesuai dengan  RPJMD Tahun 2014-2018 sebesar 8,30%. Dengan target tersebut maka kebutuhan investasi yang harus dipenuhi  pada tahun 2014 sebesar Rp. 5,320 T. Laju petumbuhan investasi tahun 2014 adalah sebesar 26,81%  dengan realisasi investasi sebesar Rp. 1.350.588.547.701,- untuk PMDN dan US$. 487.838.152,- untuk PMA.
Pertumbuhan investasi Tahun 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2013) adalah sebagai berikut :
a.    PMDN pada tahun 2014 realisasi investasi Rp. 1.350.588.547.701,- dibandingkan dengan tahun 2013 tumbuh negatif sebesar 12,14%;
b.    PMA pada tahun 2014 realisasi investasi US$. 487.838.152,- dibandingkan dengan tahun 2013 tumbuh positif sebesar 44,55%;
c.    Secara keseluruhan pertumbuhan investasi baik PMDN maupun PMA tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013 mengalami pertumbuhan yang positif sebesar 26,81 % ;
d.    Realisasi investasi tersebut diatas dihitung dari tambahan investasi yang terjadi dalam periode Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan setiap triwulan.

























Sumber: http://bkpm-ptsp.ntbprov.go.id/


Apa itu RPJMD?

RPJMD ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)  merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk  jangka periode selama 5 ( lima ) tahunan  yang berisi  penjabaran dari visi , misi , dan program kepala daerah dengan berpedoman pada RPJP Daerah serta memperhatikan RPJM Nasional . ( Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 17 Tahun 2007 Tentang ” Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 ” ).

RPJMD menekankan tentang pentingnya menterjemahkan secara arif tentang visi , misi , dan agenda Kepala Daerah terpilih dalam tujuan , sasaran , strategi dan kebijakan pembangunan yang merespon kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta kesepakatan tentang tolok ukur kinerja untuk mengukur keberhasilan pembangunan daerah dalam 5 tahun ke depan.
Mengacu pada UU 25/2004, penyusunan RPJMD perlu untuk memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.Strategis
RPJMD harus erat kaitannya dengan proses penetapan kearah mana daerah akan diarahkan pengembangannya dan apa yang hendak dicapai dalam 5 tahun mendatang , bagaimana mencapainya , dan langkah-langkah strategis apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan.
2.Demokratis dan Partisipatif
Penyusunan RPJMD perlu dilaksanakan secara transparan , akuntabel , dan melibatkan masyarakat ( dan seluruh stakeholder ) dalam pengambilan keputusan perencanaan di semua tahapan perencanaan.
3.Politis
Bahwa penyusunan RPJMD  perlu melibatkan proses konsultasi dengan kekuatan politik , terutama Kepala Daerah Terpilih dengan DPRD.
4.Perencanaan Bottom-up
Aspirasi dan kebutuhan masyarakat perlu untuk diperhatikan dalam penyusunan RPJMD.
5.Perencanaan Top Down
Bahwa proses penyusunan RPJMD perlu adanya  sinergi dengan rencana strategis di atasnya yaitu RPJPD dan RPJM Nasional.
 Kerangka Analisis RPJMD
Untuk memperoleh konsistensi dan keterpaduan antara perencanaan jangka menengah , perencanaan dan penganggaran tahunan , RPJMD perlu menggunakan kerangka analisis dan program yang serupa dengan kerangka program RKPD , Renja SKPD , Kebijakan Umum Anggaran ,dan APBD.Kerangka analisis yang diusulkan untuk RPJMD adalah menggunakan pembagian fungsi , urusan wajib , dan urusan pilihan pemerintah daerah. Adapun fungsi Pemda meliputi: pelayanan umum , ketertiban dan keamanan , ekonomi , lingkungan hidup , perumahan dan fasilitas umum , kesehatan , pariwisata dan budaya , pendidikan , dan perlindungan sosial.
Proses Penyusunan RPJMD
Terdapat 3 alur spesifik dalam penyusunan RPJMD , yaitu alur proses teknokratis strategis , alur partisipatif , dan alur proses legislasi dan politik. Ke 3 alur proses tersebut menghendaki pendekatan yang berbeda , namun saling berinteraksi satu sama lain untuk menghasilkan RPJMD yang terpadu.
Alur Proses Strategis
merupakan dominasi para perencana daerah dan pakar perencanaan daerah. Alur ini ditujukan untuk menghasilkan informasi ,analisis , proyeksi , alternatif-alternatif tujuan , strategi, kebijakan , dan program sesuai kaidah teknis perencanaan yang diharapkan dapat memberikan masukan bagi alur proses partisipatif.
Alur proses partisipatif
merupakan alur bagi keterlibatan masyarakatdalam proses perencanaan daerah . Alur ini merupakan serangkaian public participatory atau participatory planning event untuk menghasilkan konsensus dan kesepakatan atas tahap-tahap penting dalam pengambilan keputusan perencanaan. Alur ini merupakan wahana bagi stakholder LSM , CSO , atau CBO untuk memberikan kontribusi yang afektif pada setiap kesempatan  even perencanaan partisipatif , kemudian mengkaji ulang dan mengevaluasi hasil-hasil proses alur strategis.
Alur Legislasi dan Politis
merupakan alur proses konsultasi dengan DPRD untuk menghasilkan Perda RPJMD. Pada alur ini diharapkan DPRD dapat memberikan kontribusi poemikirannya , review dan evaluasi atas hasil-hasil dari proses alur strategis maupun proses alur partisipatif.

sumber: http://fia.ub.ac.id/lkp3/berita/diklat-penyusunan-rpjmd.html

Apa Itu Renstra?

Renstra Adalah suatu dokumen Perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapi dalam kurun waktu 1-5 tahun sehubungan dengan tugas dan fungsi SKPD serta disuse dengan memperhitungkan perkembangan lingkungan strategis.
  • Renstra SKPD disusun berpedoman pada RPJM Daerah sesuai Tugas dan Fungsi SKPD
  • Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan daerah berwawasan waktu 5 (lima) tahun
  • Renstra SKPD adalah acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahunan SKPD
  • Renstra SKPD adalah acuan dalam penilaian kinerja SKPD oleh lembaga auditor baik internal ataupun eksternal
  • Renstra SKPD diwajibkan menerapkan dan mencapai Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) yang ditetapkan Kementrian/Lembaga
PROSES PENYUSUNAN
  • Setiap SKPD wajib melakukan penyusunan Renstra dengan mengacu pada RPJM Daerah
  • Penyusunan Renstra SKPD harus melibatkan stakeholder sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD serta berkoordinasi dengan Bapeda atau  Bapekab
  • Renstra SKPD ditetapkan melalui peraturan kepala SKPD
  • Dokumen Renstra SKPD yang telah ditetapkan Kepala SKPD agar disampaikan ke Bapeda
TAHAPAN PENYUSUNAN
Penyusunan Rancangan Renstra SKPD:
Substansi utama memuat visi dan misi SKPD , Tujuan , Strategi , Kebijakan , Program , dilengkapi dengan Kegiatan yang bersifat indikatif
Sistematika Renstra SKPD
1.Pendahuluan
2.Gambaran Pelayanan SKPD
3.Isu-isu Strategi berdasarkan Tupoksi
4.Visi,Misi tujuan dan sasaran,strategi dan kebijakan
5.Rencana Program kegiatan Indikator kinerja kelompok dan sasaran pendanaan indikatif
6.Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan dan sasaean RPJMD
(Pasal 93 Permendagri 54/2010 )
Penyempurnaan Renstra SKPD :
• Rancangan Renstra disinkronkan dengan Perda tentang RPJMD (visi, misi dan program Gubernur terpilih)
• Dalam melaksanakan sinkronisasi agar berkoordinasi dengan Bapeda.
• Penyempurnaan penyesuaian Renstra SKPD meliputi: visi dan misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan.

Sumber : http://fia.ub.ac.id/lkp3/berita/diklat-penyusunan-renstra.html


 kebijakan perencanaan daerah : RPJPD DAN RPJMD
PERENCANAAN DAERAH
1.Perencanaan ekonomi daerah disusun sesuai dengan kewenangan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan ekonomi nasional
2.Berdasarkan dimensi waktu terdiri atas perenc. Jangka panjang, perenc. Jangka menengah dan perencanaan jangka pendek (tahunan)
3.Dimaksudkan untuk menjami keterkaitan antara perencanaan & penganggaran, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian

RUANG LINGKUP PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
1.Rencana Pembangunan Jangka Panjang  Daerah (RPJPD) = 20 tahun
2.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) = 5 tahun
3.Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) = 5 tahun
4.Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) = 1 tahun
5.Rencana Kerja (RK-SKPD) = 1 tahun


CAKUPAN PENYUSUNAN RPJPD
¢Pengumpulan data primer dan sekunder.
¢Proses identifikasi berbagai permasalahan, hambatan, peluang, dan tantangan yang saat ini terjadi.
¢Proses dan analisis kondisi eksisting SDA, SDM, potensi ekonomi, tingkat perkembangan sosial budaya, kondisi politik, hukum serta tingkat keamanan dan ketertiban.
¢Proses pengkajian kondisi sektor ekonomi unggulan dalam rangka mendapatkan peta potensi termasuk Potensi PAD & kapasitas ekonomi daerah.
¢Proses pengkajian produk unggulan, potensi, permasalahan dan prospek ke depan serta konsep pengembangannya.
¢Analisis keterkaitan antar sektor dan produk unggulan agar dapat diperoleh peta potensi ekonomi daerah.
¢Proses perencanaan pembangunan yang lebih rasional, sistematis, dan dapat diukur serta formulasi strategi, prioritas dan kebijakan pembangunan dengan mempertimbangkan azas berkelanjutan dan keterpaduan.

CAKUPAN PENYUSUNAN RPJMD
¢Proses identifikasi dan analisis permasalahan-permasalahan aktual pembangunan untuk periode waktu 5 tahun ke depan.
¢Proses identifikasi dan analisis kondisi, potensi SDA, SDM dan berbagai asset baik tangible assets (hardware) maupun intangible assets (software) yang dimiliki Pemerintah Daerah.
¢Proses formulasi kebijakan indikatif (policies formulation) untuk merumuskan arah dan kebijakan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah untuk 5 tahun mendatang.
¢Penyusunan arah kebijakan dan koordinasi pembangunan lintas satuan kerja perangkat daerah untuk 5 tahun ke depan.
¢Perumusan program lintas kewilayahan dalam Pemerintah Daerah termasuk kerangka regulasi dan skema awal pendanaan yang bersifat indikatif untuk 5 tahun mendatang.

Perencanaan Gagal?
nBahan baku perencanaan (Data) kurang akurat
nModel perencanaan tepat tetapi implementasinya salah, ex: karena SDM tidak mempunyai kompetensi baik dalam membuat perencanaan atau dalam melaksanakan.
nModel perencanaan salah, sehingga perencanaan dan implementasinya mengacu pada model yang sudah tidak betul, sehingga terjadi kegagalan dalam perencanaan.

Analisis Kritis dalam Perencanaan Daerah
1.Data yang kurang akurat/sulit diperoleh secara lengkap
2.Pada saat penyusunan dokumen perencanaan, dokumen perencanaan yang lebih tinggi belum di sahkan
  contoh: RPJP Nasional dan RPJPD Provinsi
3.  Ada acuan yang berbeda saat penetapan RPJMD apakah dengan Perda atau Keputusan Kepala Daerah
  à UU 25/2004: Peraturan Kepala Daerah
  à UU 32/2004: Peraturan Daerah
4. Ketidak sesuaian antara petunjuk teknis penyusunan dokumen perencanaan dengan dasar hukum yang baru.
  contoh:
  à SE Mendagri No. 050/2020/SJ tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJPD dan RPJMD
  Acuan tersebut sistematikanya kurang sesuai pada saat menterjemahkan program/kegiatan sesuai aturan yang baru yang berdasarkan urusan wajib dan pilihan, yang tadinya berdasarkan fungsi

Rekomendasi
nData harus diusahakan seakurat mungkin (seragamkan definisi), penataan data dalam setiap lembaga.
nKoordinasi antar departemen sehingga, landasan hukum perencanaan tidak overlapping
nPengesahan RPJP Nasional harus disegerakan, karena RPJPD mengacu kepada RPJP Nasional
nPetunjuk teknis dalam penyusunan dokumen perencanaan harus mengacu/disesuaikan kepada peraturan yang baru.
 
Sumber : http://speunand.blogspot.com/2012/03/kebijakan-perencanaan-daerah-rpjpd-dan.html
http://dadang-solihin.blogspot.com/
dadangsol@gmail.com HP 08129322202 
 



DEKORA: Dialog Ekonomi Rakyat
edisi dekora kedua

Pembawa Acara : Dr. M Firmansyah, SE
Nara Sumber
1.      Dr. Azis Bagis
Dosen Fakultas Ekonomi Dan  Bisnis Universitas Mataram
2.      Djonar Siahaan, SH
(Direktur Phoenix Food)

Tulisan ini disajikan dalam bentuk subbab diantarannya :
1.      Interactive Discussion
2.      Close Statement

TOPIK : PENGEMBANGAN SEKTOR BISNIS LOKAL

Interactive Discussion
Dalam Diskusi Ekonomi Rakyat (DEKORA) yang bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mataram akan dibahas mengenai pengembangan sektor bisnis lokal di Nusa Tenggara Barat yang pada akhirnya menurunkan tingkat kemiskinan ditunjukan oleh penurunan tingkat pengangguran yang cepat (full employment). Tentunya dalam diskusi ini akan bahas oleh para pakar dan pelaku bisnis.
Narasumber pertama : Dr. Azis Bagis merupakan dosen tetap FEB UNRAM.
Bagaimana pengembangan bisnis lokal baik dalam konteks teoritis maupun implementatif dalam Fenomena kemiskinan dan pengangguran?
Berawal dari pengembangan  sektor bisnis lokal yang sangat perlu digalakkan sehingga akhirnya mendapatkan perhatian untuk perluasan lapangan pekerjaan. Ada beberapa pendekatan yang  digunakan yang saling berhubungan sinergis antara lain:
1.      Peran pemerintah daerah
2.      Peran perguruan tinggi
3.      Peran instansi-intansi terkait dalam pengembangan usaha kecil
Ketiga pelaku diatas harus saling mendukung baik dari sisi regulasi pembentukan softskill dan hardskill yang pada akhirnya akan terbentuk kerjasama yang kuat, keras dan cerdas dalam implementasi pengembangan bisnis. Disamping itu, peluang bisnis yang kita miliki sangat besar. Namun kemauan masyarakat yang masih minim. Oleh karen itu dibutuhkan strategi antar pelaku diatas untuk membentuk animo kewirausahaan dikalangan mahasiswa maupun masyarakat. Ada hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan keunggulan antara lain:
1.      Kreativitas
2.      Inovasi
3.      Invention
Secara umum di lombok, mayoritas masyarakat memiliki kemauan dan kemampuan yang masih minim untuk menciptakan diversifikasi produk. Untuk itu dibutuhkan suatu metode yang disebut ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) sehingga akan terbentuk daya tahan di dunia bisnis. Kondisi kekinian di perguruan tinggi masih kurang menitikberatkan pada kamampuan perilaku melainkan menekankan kepada kemampuan konsep sehingga tidak sedikit kita melihat lulusan perguruan tinggi bermental kerupuk yang tidak tahan banting terhadap tantangan.
Narasumber kedua: Djonar Siahaan, SH
Apa yang bapak rasakan dengan melihat fenomena kemiskinan dan pengangguran?
Sangat banyak peluang berbisnis untuk masyarakat bawah sehingga saya menyatakan di NTB tidak ada pengangguran ketika digunakan dengan sebaik mungkin kesemptan yang tersedia, yang tentunya membutuhkan kinerja tekun dan ulet. Kalau ada kemiskinan kemungkinan disebabkan oleh sistem. Beberapa kasus di lapangan, salah satunya di pergurun tinggi. Animo mahasiswa untuk berwirausaha sangat kurang dan kecenderungan tidak memiliki kemampuan percaya diri dan kesenangan terhadap dunia usaha. Melainkan, lulusan perguruan tinggi sangat berorientasi menjadi lulusan berdasi. Sehingga, ini membutuhkan resolusi yang cepat untuk menanggapi masalah diatas sebagai bentuk pengkondisin mental dari tingkat perguruan tinggi.
Masyrakat sudah pintar dalam bisnis. Ini dinyatakan dalam diskusi ekonomi rakyat (DEKORA) oleh direktur phoenix food. Namun bukan berarti tidak ada masalah yang ditandai dengan tidak dapat melakukan eksapansi usaha oleh pelaku bisnis yang diakibatkan oleh:
1.      Bisnis tidak sehat
2.      Tidak tekun dan ulet
3.      Tidak berani membayar harga
Close Statement
1.      Phoenix food terkendala dalam melayani konsumen dan pelanggan di tingkat nasional dan regional dikarenkan kekurangan kapasitan untuk memenuhi kebutuhan sehingg memungkinkan untuk membentuk anak indutri phoenix di nusa tenggara barat dengan menerapkan pendekatan ATM.

2.      Pelaku usaha untuk dapat melakukan ekspansi usaha dan pasar dibutuhkan semangat, kinerja keras dan mencintai usaha yang sedang dikerjakan.


DEKORA: DIALOG EKONOMI RAKYAT
oleh: Harfi Hambani

Diskusi kali ini merupakan ringkasan dalam bentuk tulisan yang bersumber dari Dialog Ekonomi Rakyat (Dekora) yang di publikasi oleh TVRI NTB, harapan para pembaca mengetahui permasalah daerah kita tercinta dan mari memberikan saran sekaligus rekomendasi yang bersifat solutif dan tanggap terhadap permasalahan

Pembawa Acara : Dr. M Irwan, MP
Nara Sumber
1.      Ir. H. Abdulah Usman, M. Agr (dosen fakultas pertanian)
2.      Prof. Dr. Ahyar Sutaryono (dosen fakultas peternakan)
3.      Dr. M. Huzaini, Msi (dosen fakultas ekonomi dan bisnis)

Topik : Ketahanan Pangan Di Nusa Tenggara Barat

Interactive Discussion
Pembahasan ketahanan pangan merupakan isu yang menarik untuk dimunculkan, dibahas dan didiskusikan untuk menemukan solusi dalam pemecahan masalah bangsa khususnya di Nusa Tenggara Barat. Tidak sedikit faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan yang menjadi isu yang sangat menarik diperbincangkan dalam diskusi DEKORA oleh pakar-pakar di masing-masing dibidang, diantaranya adalah pakar peternakan oleh Prof. Dr. Ahyar Sutaryono. Pertanian oleh Ir. H. Abdulah Usman,M.Agr dan dibidang kehutanan oleh Dr. M. Huzaini, Msi. Ketiga nara sumber merupakan dosen tetap universitas mataram di fakultas pertanian, peternakan dan fakultas ekonomi dan bisnis.

1. Nara Sumber Pertama : Prof. Dr. Ahyar Sutaryono
Pertanyaan : bagaimana urgensi ketahanan pangan?
Pembahasan : Ini sangat manarik beralasan NTB ditunjuk sebagai provinsi yang memiliki ketahanan pangan. Oleh karena itu, bagaimana kita pertahankan eksistensi potensial ini, ketika masyarakat belum mandiri?
Yang menjadi ketakutan yang harus diantisipasi adalah ketika kedaulatan pangan kita, tidak berada pada tangan kita sendiri melainkan bergantung kepada bangsa luar/asing yang berdampak kepada nilai kebangsaan dan kemerdekaan sebagai bangsa yang berdaulat. Berlandaskan hal tersebut, memunculkan bagaimana strategi untuk mengatasi dalam koridor pemenuhan kebuhan yang berkecukupan dalam ketersediaan.

Perspektif Peternakan : Program Swasembada Daging Nasional.
Ini sangat urgen untuk diprioritaskan beralasan pembangunan kecerdasan dibentuk berdasarkan kebutuhan protein yang ketersediaannya dari daging. Ketika ini diabaikan lambat laun akan berdampak kepada kecerdasan bangsa dan kesehatan rakyat terganggu. Mengingat NTB dikenal sebagai bumi sejuta sapi yang disebut BSS, bagaimana ketersediaan sapi untuk ketahanan pangan?
Kebutuhan daging secara nasional belum terpenuhi, sehingga untuk menutupinya pemerintah mengimport daging dan masalah ini merupakan tantangan yang membutuhkan pemecahan masalah dengan quick solution. Disamping itu, NTB sebagai gudang ternak yang memiliki keunggulan kompetitif dan komperatif sehingga tidak menutup kemungkinan dapat menyuplai pemenuhan kebutuhan daging secara nasional dan regional.
Walaupun demikian, tentunya tidak terlepas dari masalah yang menghambat eksistensinya antara lain, menjadi produsen sapi yang banyak untuk mewujudkan pertumbuhan populasi sapi yang dalam hal ini membutuhkan ketersediaan makanan yang dapat tersedia sepanjang tahun. Ketersediaan makanan sapi merupakan permasalah di NTB dengan melihat indikator musim kemarau lebih panjang dibandingkan dengan musim penghujan sehingga kebutuhan pakan pada musim kemarau terbatas dan berdampak pada menurunnya produktivitas sapi. Solusi untuk pemecahan masalah ini adalah menanam pepohonan seperti lamtoro, turi dan gamal.

2. Nara sumber kedua: Ir. H. Abdulah Usman, M. Agr
Pembicaraan mengenai pohon tentunya tidak lepas kaitannya dengan ketersediaan lahan.
Permasalahan :
1.      Tanaman beton bukan padi
Pengambilan keputusan di negeri ini banyak dipengaruhi dan ditetukan oleh mekanisme pasar dengan kata lain, ketika harga tanah melambung tinggi mengakibatkan pemilik tanah sangat mudah untuk melepaskannya. Tentunya, hal seperti ini sangat menguntungkan pemilik tanah dalam jangka pendek namun manjadi masalah dalam jangka panjang. Berlandaskan masalah tersebut yang berdampak domino, menyiratkan kepada pemerintah untuk berupaya menghentikan konversi lahan dengan salah satu tindakan, memberikan pemahaman kepada pelaku terkait tentang analisis dalam jangka panjang.
2.      Bagaimana menghentikan kegiatan konversi lahan dengan upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan? Yang kita lakukan adalah intensifikasi berjalan terus dan sekarang ada program namanya UPSUS (Upaya Khusus) untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai. Provinsi nusa tenggara barat di tunjuk sebagai basis provinsi untuk mengembangkan program nasional yaitu Upsus 2015. Pelaksanaan program ini melibatkan pihak akadmis yang berjumlah 192 mahasiswa sebagai tenaga pendamping petani di lapangan agar proses produksi terus meningkat dan terarah untuk tiga komuditas diatas.

3. Nara sumber ketiga: Dr. M. Huzaini, Msi
Yang menjadi fokus pembahasan Dr. Huzaini adalah pernyataan yang dikemukakkan oleh Prof. Ahyar dan Dr. Abdulah.
1.   Tidak bisa mengndalkan tanpa ada ketersediaan bahan baku untuk pakan
2. Komoditi andalan yang disebut pakjali (padi, jagung, kedelai) yang dapat digunakan menjadi pakan ternak.
Dalam mengatasi permasalahan. Tentunya kita kembali kepada rekam jejak zaman dulu yang menjadi teladan atau referensi resolusi permasalahan sekarang. Pertama identifikasi permasalahan. Surat al-hijr ayat 19-20 yang artinya allah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan seimbang. Ayat kedua surat al-baqoroh ayat 30 yang artinya allah menciptakan manusia sebagai khalifah. Kedua ayat tersebut menjadi landasan atau falsafah. Sebenarnya tidak akan terjadi permasalahan dalam pengelolaan sumber daya. Namun sekarang kita melihat permasalahan pangan, lingkungan dan lain sebagainya begitu banyak diperdebatkan. Permasalahan yang muncul di akibatkan oleh paham antroposentrisme. Kemudian permasalah pemanfaatan limbah. Dr. Huzaini memberikan solusi untuk memanfaatkan kembali limbah jerami yang sering diabaikan oleh masyarakat ditunjukkan oleh pembakaran jerami. Padahal, ini dapat berfungsi sebagai bahan pakan ternak. Belajar dari negara jepang, memiliki daging sapi yang enak dikarenakan bahan pakannya di import dari eropa yaitu limbah jerami gandum.

Public Interactive
H. Dudy Razak di ampenan
Setelah sesi interactive discussion dengan tiga pakar yang terdiri dari pertanian, peternakan dan ekonomi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanggapan yaitu public interactive. Dalam sesi ini H. Dudy Razak diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan saran atau tanggapan yang berhubungan dengan topik ketahanan pangan di nusa tenggara barat.

DEKORA sudah 2 tahun ini melakukan diskusi ekonomi rakyat melalui TVRI NTB, dalam hal ini saya ingin berkomentar untuk kita mendorong pemerintah agar lebih aplikatif dari resolusi yang sudah direkomendasikan. Saya memiliki ketertarikan terhadap program sebelum pemerintahan SBY, kembalikan serjana pertanian ke desa, kapan mau dikembalikan?
Permasalahan di atas beralasan, PTN dan PTS hampir 62 di NTB dengan status 6 negeri dan 4 swasta. Asumsi 500 wisuda maka itulah barisan pengangguran. Sementara, pemerintah tidak dapat menciptakan lapangan pekerjaan.



 

Permasalah :
 Lahan tidur di NTB lebih kurang 40.000 Ha
Belum teroptimalisasi bendung-bendungan di NTB. Dari sisi peternakan. Kita di sebut sebagai BSS, pada posisi 756 ekor sapi, kita sudah mengirim 500 ekor ke jakarta. Apa yang terjadi? Harga daging di NTB tinggi 


Interviewees Response
Sapi yang diproduksi masyarakat dalam jumlah yang banyak tentunya di ekspor keluar yang akan berdampak pada intensif bagi peternak dan intensif bagi perekonomian provinsi itu sendiri. Kemudian permasalahan kenaikan harga daging di NTB. Harga tinggi akan memberikan keuntungan bagi peternak dan merugikan konsumen. Yang menjadi pertanyaan adalah konsumen yang mana? Karena konsumen yang cerdas akan memilih daging yang lain sebagai penggantinya. Itu yang perlu di ingat.


Close Statement
Close question
Bagaimana potensi NTB berkaitan dengan ketahanan pangan khususnya dalam daging kemudian, apa yang dilakukan oleh pemerintah kita untuk menyongsong era MEA?
Prof. Ahyar
Kata kunci yang dikemukakkan oleh prof ahyar dalam diskusi dekora untuk merespon tantangan global adalah
1.      Meningkatkan produktivitas masyarat dan pihak terkait
2.      Perbaikan pasar dan pemasaran

Dr. Abdulah
Ada 4 faktor penentu dalam memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan untuk menyongsong MEA:
1.      Isu lahan yaitu degradasi lahan
2.      Hama dan penyakit yang belum di kontrol dari petani
3.      Krisis air dan
4.      Perubahan iklim
Jadi kata kunci Untuk mencapai semua yang diharapkan, maka dibutuhkan efisiensi di segala lini.

Dr. Huzaini
Sudah waktunya NTB menerapakan dalam sistem pertanian dan peternakan yang akan berdampak kesumua bidang dan mengurangi tingkat ketergantungan terhadap pemerintah dengan menerapkan pendekatan MIKROBA.







Ummi , Percayalah Pasti Ada Jalan!



Dalam hidup ini, setiap orang sekali, dua, tiga atau kesekian kali pasti pernah mengalami momen-momen indah. Begitu pula dengan diriku. Tepatnya sekitar 4 bulan yang lalu. 


--------------------------------------------------------------------------------
Sampai pernikahan memasuki bulan ke-7, tanda-tanda calon si adik kecil belum juga muncul. Awalnya kami khawatir kalau satu di antara kami ada yang mandul. Namun, memasuki pertengahan bulan ke-8, calon jabang bayi tersebut hadir. Alhamdulillah…perasaanku benar-benar bahagia. Bagiku saat itu adalah satu momen terindah dalam hidupku. Tapi, inak sendiri malah khawatir.

"Bah, umi hamil?" kata umi waktu itu. "Hamil?! Alhamdulilah…, akhirnya abah akan segera jadi bapak, yayang juga benar-benar akan jadi ummi. Kita akan punya jundi kecil, ya?" aku masih tak percaya.
Umi terdiam, bengong, sepertinya agak kecewa. "Kok…abah malah senang, nggak cemas atau takut? Abah tidak takut bagaimana nanti mengurusnya dan membiayai kehidupan anak kita?" Aku tersenyum. Rupanya ummi sangat khawatir, pikirannya terlalu jauh. Memang, kehidupan kami belum mapan. Aku dan Umi masih kuliah, pekerjaanku pun masih kecil, hasilnya baru cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Itu pun seringnya masih kurang. Nabung bagi kami masih jauh dari angan-angan.

Namun, bagiku, Allah pasti telah mengatur segalanya. Aku yakin, Allah mengetahui semuanya. Mengetahui dengan pasti kapan saat yang tepat bagi kami untuk memiliki momongan. Dan bila sekarang kami dikasih momongan, itu artinya Allah telah percaya bahwa kami siap mengemban amanah. Aku merasa beruntung, karena cuma 7 bulan kami harus menanti. Temanku sampai pernikahan tahunan, bahkan ustadzku puluhan tahun belum juga menggendong momongan. Aku yakin, Allah takkan membiarkan kami sengsara dengan kehadiran si buah hati. Lagi pula, bukankah setiap anak membawa rezeki sendiri-sendiri? Tapi aku juga memahami kekhawatiran Umi.

Kupegang tangan Umi. Kucoba meyakinkannya, "Mi coba pandang abah. Begini, ya, sayang…..anak itu rezeki dan harta dari Allah. Janganlah Umi merasa takut untuk menghidupinya atau bagaimana nanti membiayainya. Sayang, ingatlah bahwa rezeki Allah itu sangat luas, dan tiap anak membawa rezeki sendiri-sendiri. Lagi pula, bukan kita yang menghidupi mereka, tapi Allah. Nanti pasti ada jalan. Coba ingat lagi satu ayat dalam Al-Qur'an, jangankan manusia, binatang melata pun telah Allah tentukan rezekinya. Maka, bersyukurlah atas kebahagiaan kita ini". 

"Sekali lagi, pasti ada rezeki. Dan beruntung kita tidak seperti Amah Nana yang sampai hari ini belum juga dikaruniai anak, padahal pernikahannya sudah hampir 5 tahun. Umi harus banyak bersyukur dan yakin atas rezeki Allah. Tidak usah risau lagi, ya?!" Sejenak Umi istighfar, "Iya, Bah, makasih," ia merasa telah ber-suuzhzhan kepada Allah.

Alhamdulillah, Umi sudah bisa tenang. Kini, ia siap menyambut kelahiran anak kami yang pertama, yang sudah memasuki bulan kelima kehamilan. Umi juga tak khawatir lagi masalah rezeki. Asal aku terus berusaha pasti Allah akan memberikan rezeki dari jalan yang tak terduga dan akan selalu ada kemudahan dari-Nya buat menjalani ketetapan-Nya ini.

Demi menjaga kandungannya, aku minta Umi berhenti dari pekerjaannya. Kalau terlalu capek takutnya ia kelelahan, dan bisa berakibat keguguran. Entahlah, sejak hamil aku jadi tambah sayang padanya. Dia pun sama. Aku merasakan bulan-bulan ini seperti bulan madu, indah dan romantis.

Melihat Umi hamil seperti ini, tiba-tiba aku jadi sering ingat orang tuaku, terutama ibu. Aku jadi bisa ikut merasakan sendiri betapa berat ibu mengandung diriku dahulu. Sehingga, sungguh tidak layak bila aku durhaka kepadanya, apalagi menyakitinya. Kini aku juga paham kalau jadi bapak itu berat. Belum lahir saja rasanya sudah berat memeliaranya apalagi nanti ketika sudah lahir dan menginjak dewasa. Aku jadi ingat kata-kata bapak suatu waktu, kalau di dunia ini tak ada orang tua yang enak ketika punya anak. Semua orang tua merasa berat karena harus berkorban segalanya buat sang anak. Tenaga, pikiran, materi, di balik kebahagiaannya punya anak.

Aku sendiri berharap bisa meniru bapak. Seorang yang rajin bekerja dan beribadah, teliti, pintar, dan sayang pada anak-anaknya. Aku bangga jadi anak dari bapakku. Walau beliau orang kampung tapi paham bagaimana menjadi orang tua. Tidak seperti kebanyakan orang kota yang tak bisa jadi orang tua. Alhamdulillah, aku dididik orang tua dengan akhlakul karimah, sehingga mempengaruhi sifat dan karakterku sampai kini. Ya Allah, semoga engkau membalas kebaikan mereka dengan kebaikan yang banyak. Sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangi diriku.

Tak cukup dari orang tuaku, aku pun mulai belajar dari perilaku Rasulullah terhadap anak-anak kecil di zaman beliau b. Yaitu sosok orang tua yang bisa memahami betul keadaan anak, mampu mengajari anak dengan lembut, dan menyayangi mereka dengan tulus, walau bukan anaknya sendiri. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada engkau, ya, Rasulullah. Semoga kami bisa selalu meneladanimu. 

Buat Saudaraku, doakan kami selalu! Untuk calon jundiku semoga engkau jadi anak yang salih dan ber-aklakul karimah. Buat Umi makasih semuanya.


Referensi : www.prayoga.net