twitter



SELAYANG PANDANG DESA GIRI SASAK KECAMATAN KURIPAN KABUPATEN LOMBOK BARAT

       I.       PEMERINTAHAN
Gambaran mengenai pembagian wilayah administrasi di Kecamatan Kuripan, banyaknya aparat pemerintahan yang ada, dan banyaknya lembaga-lembaga lain yang mendukung kelancaran jalannya pemerintahan di Kecamatan Kuripan desa giri sasakJumlah Dusun 5, Jumlah RT 13, Penghulu 1. Banyaknya    Sarana   Perekonomian; pasar umum 1, kios 42. Anggota BPD, LPM dan PKK; BPD 5, LPM 15, PKK 12.

    II.        KEPENDUDUKAN
Banyaknya jumlah penduduk yang dimiliki oleh suatu wilayah merupakan potensi yang ada pada wilayah itu, sehingga diperlukan langkah pengembangan dan pengelolaan yang tepat agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kesejahteraan penduduk tersebut. Jumlah penduduk, rumaH tangga, pola kependudukan, migrasi baik masuk maupun keluar, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan mobilitas penduduk di Kecamatan Kuripan Desa giri sasak.
Jumlah  Penduduk Menurut  Jenis Kelamin; laki-laki 1681, perempuan 1803, kepadatan 732/km2, jumlah Rumah tangga 993, Jumlah  PendudukMenurut   Kelompok Umur:

Umur
Jumlah
0-4
392
5-9
305
10-14
373
15-19
405
20-24
330
25-29
341
30-34
282
35-39
287
45-49
157
50-54
130
55-59
97
60-64
85
64+
104

 III.         SOSIAL
Menghadapi era globalisasi, sumber daya manusia yang berkualitas sangat diperlukan. Selain untuk meningkatkan daya saing, sumber daya manusia yang baik dapat menunjang keberhasilan
pembangunan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Pendidikan yang memadai dan tepat sasaran sejak dini akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada.
Jumlah Sekolah; SD 3, Murid 357, ruang kelas 16. Jumlah  Sarana  Kesehatan; puskesmas 1, tempat praktek dokter 1, posyandu 5, polindes 1. Jumlah Peserta KB Aktif; PUS 722, MOW 5, IMPL 63, IUD 44, SUNTIKAN 137, Pil 144, Kondom 14. Jumlah tempat ibadah; mushollah 5, masjid 5, jumlah yayasan 1, group kesenian musik 1, tempat rekreasi 1.  

 IV.         PERTANIAN
Pembangunan ekonomi sektor pertanian bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dan pendapatan petani. Kecamatan Kuripan sebagian besar penduduknya bekerja di sector pertanian, sehingga peningkatan pembangunan di sector ini akan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya menjadi lebih baik. Untuk meningkatkan produksi pertanian tidak cukup hanya diperlukan tanah yang subur, tetapi teknologi yang tepat, pengetahuan yang baik, teknik pengolahan, pengairan dan pemeliharaan juga diperlukan.
Luas Tanah Sawa Jenis Irigasi; teknis (Ha) 170,0. Luas Tanam dan Produksi Padi; luas lahan 498,0 dan produksi/ton 2.462,2. Luas  Tanam  dan  Produksi  Jagung; luas tanaman 83 dan produksi/ton 423. Luas Tanam dan Produksi Ubi Kayu; luas tanaman 5 dan produksi/ton 74. Jumlah  Ternak Kuda; jantan 10 ekor, betina 13 ekor. Jumlah  Ternak Kerbau; jantan 75 ekor, betina 123 ekor. Jumlah  Ternak  Sapi; jantan 75 ekor, betina 122 ekor. Jumlah Ternak Kambing; kambing 194. Jumlah Ternak Unggas; ayam ras pedaging 12.000, ayam buras 8.527, itik 967, merpati 649.

    V.       INDUSTRI
Salah satu sasaran dari pembangunan adalah menciptakan suatu perekonomian yang mandiri dan andal dengan bercirikan industri yang kokoh, kuat dan maju. Industri besar maupun industri sedang memang mulai dikembangkan di Kecamatan Labuapi, namun industri kecil yang berkembang di Kecamatan ini mulai mengalami peningkatan. Listrik merupakan sumber energi yang diperlukan bagi manusia. Selain sebagai salah satu sumber penerangan, listrik juga diperlukan untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Namun sayangnya masih belum semua Desa di kecamatan ini dapat menikmati energi listrik.
Jumlah   Industri   Rumah   Tangga,   Industri   Besar, dan Sedang; industri kerajinan RT 180. Banyaknya   Rumah   Tangga   Pengguna  Listrik PLN; rumah tangga 955. Banyaknya    Sarana    Air      Bersih    Rumah  Tangga; sumur swadaya masyarakat 122, sumur pribadi 321.




 Kamis, 19 Januari 2015
membaca Bibliografi dan Latar Belakang Sheikh Abdul Qadir al jaelani, melihat kebesaranNYA melalui perantara hamba yang bernama syekh abdul qodir aljailani. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada allah. Memuji dan menyembahNYA adalah kewajiban kita atas limpihan nikmat dan karunia yang diberikan. Dunia ini adalah penjara bagi orang yang beriman dan surga bagi selainnya. Tidak sedikit kita menyaksikan kejelekan, keburukan, kejahatan yang menghasilkan dosa dan menyebabkan keimanan terkikis dan pada akhirnya mati, tidak memiliki hati nurani bagaikan binatang.
Kesenangan adalah perbuatan dosa untuk menikmati gemerlapnya dunia. Sedikit yang berifkir bahwa hidupnya untuk hari ini saja sehingga tidak heran kita melihat sedikit orang yang mendirikan sholat dan banyak yang mengerjakan sholat.
Wahai saudara dan sahabatKU, ingat lah hari ini untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tidak ada yang menjamin umur bertahan sampai keesokan harinya. Berharap hari ini, ketenangan, kedamaiaan dan komitmen diteguhkan dan selalu diteguhkan oleh allah SWT yang membolak balikkan hati manusia.
Amien,,, 


   JAPENKESBAZ
BERJALAN PELAN... AKHIRNYA SAMPAI JUGA FINISH. 
Latar Belakang
   Pendidikan sebagai eskalator menuju masa depan bangsa yang bermoral, maju, makmur, bermartabat dan sejahtera. Tidak sedikit program dicanangkan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada instansi pendidikan dan stakehoulder terkait. Namun program tersebut bukan berarti dapat menyelesaikan masalah dengan tuntas karena banyaknya masalah yang dihadapi. Masih banyak anak usia sekolah yang putus sekolah karena faktor ekonomi atas ketidakmampuan membiayai, hal ini tidak hanya terjadi di pedesaan saja tetapi juga yang tinggal di perkotaan dan tidak sedikit pula anak yang terpaksa meninggalkan sekolah karena harus membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh sebab itu Penulis membuka wacana sebagai masukan kepada pemerintah untuk mengoptimalisasikan penggunaan Zakat, Infaq, dan Sedeqah dalam menyelesaikan berbagai masalah pendidikan dengan dibentuknya diversifikasi kebijakan dari BAZNAS.
Alasan mendasar mengoptimalisasikan penggunaan zakat adalah bukan sekedar menyelesaikan masalah pendidikan dewasa ini. Namun yang lebih penting adalah masalah terhadap pengelolaan zakat itu sendiri, tidak ada implementasi sehingga peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial tak kunjung tercapai (Sudaryanto, 2014). Selain itu Mahalli dalam publikasinya yang berjudul Potensi Dan Peranan Zakat Dalam Mengentaskan Kemiskinan Di Kota Medan menyatakan upaya untuk menggali potensi dan optimalisasi peran zakat di indonesia belum sepenuhnya tergarap dengan maksimal karena zakat belum terlaksana secara efektif dan efisien. Banyak faktor yang menyebabkan manfaat dari zakat ini belum maksimal, diantaranya kurang pengawasan dari lembaga-lembaga pengelolaan zakat dalam pendistribusian zakat sehingga mungkin pihak-pihak yang semestinya mendapatkan zakat tidak mendapatkan haknya (Amalia et.al, 2012 : 71).
Di samping itu, optimalisasi pengelolaan dan penggunaan zakat sangat perlu diprioritaskan karena ada beberapa alasan. (1) potensi zakat yang dapat dikumpulkan dari masyrakat sangat besar. Hasil survei BAZNAS bekerjasama dengan IPB Bogor, yang menyebutkan potensi zakat secara nasional sebesar Rp. 217 Triliun. (2) zakat mempunyai potensi untuk membantu pencapaian sasaran pembangunan nasional. Berpotensi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat jika disalurkan secara terprogram dalam rencana pembangunan nasional. (3) agar dana zakat dapat disalurkan secara tepat, efisien dan efektif. Sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat mencapai kesejahteraan adalah hal yang mudah. (4) zakat bentuknya kedermawanan sebagaimana infaq, sedeqah, dan hibah yang hukumnya wajib bagi muslim berdasarkan firman Allah dalam QS. At Taubah 9 : 103, sebagai berikut yang artinya :
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu bersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. sungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dengan demikian, bukan tanpa alasan mengoptimalisasikan pendistribusian dan pendayagunaan menuju efektifitas pelayanan kepada masyarakat dalam mendistribusikan dana zakat, infaq dan sedekah untuk kesejahteraan umat dan teratasinya masalah kemiskinan berdasarkan syariat islam tercapai. Dengan tujuan itu pula penulis ingin membuktikan bahwa islam itu adalah rahmatan lil alamin, menjadi rahmat atau dihiasi dengan sikap kasih sayang, sikap kedamaian, sehingga menumbuhkan keadaan yang membahagiakan.

OUTLINE GAGASAN

DAFTAR PUSTAKA
Triatmodjo, Bambang. Menuju Kajayaan Indonesia. 2013.
Siswosoemarto, Rubijanto. Intelijen Ekonomi Teori Dan Aplikasi. 2012.
Tinjauan Kompas. Menatap Indonesia 2014. 2014.
Hatta Rajasa Writing Competition 2012. Kaum Muda Membaca Indonesia. 2012.
Wahyudi, Fajar, et al. Evaluasi Program Beasiswa Pendidikan dalam Upaya Optimalisasi Pendayagunaan Dana Zis Pada Laznas Pkpu Dan Bazis Dki Jakarta. 2014.
Sudaryanto, Kasno. Manajemen Pengelolaan Zakat Dan Shadaqah (Kiat Badan Amil Zakat Jawa Timur Dalam Mobilisasi dan Pendistribusian). Jurnal el-qist, 2014, 3.1.
Mustofa, Mustofa. Mekanisme Pengelolaan Zakat Di Lazisnu Gorontalo. Al-buhuts, 2014, 10.1: 1-16.
Zuardi, M. Hanafi. Optimalisasi Zakat Dalam Ekonomi Islam. Jurnal adzkiya, 2013, 1.1.
Murti-nim, nuryanto hari, et al. Pengaruh Pendayagunaan Zakat Produktif Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Ummat Di Lembaga Amil Zakat. 2011. Phd thesis. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Amalia, Amalia; Mahalli, Kasyful. Potensi dan Peranan Zakat Dalam Mengentaskan Kemiskinan Di Kota Medan. Ekonomi dan Keuangan, 2012, 1.1.
Balwi, Mohd Abd Wahab Fatoni Mohd; Halim, Adibah Hasanah Abd. Mobilisasi zakat dalam pewujudan usahawan asnaf: satu tinjauan. International journal of mechanical and materials engineering, 1970, 16.3.
Ibrahim, Patmawati Hj. Pembangunan Ekonomi Melalui Agihan Zakat: Tinjauan Empirikal. International Journal Of Mechanical And Materials Engineering, 1970, 16.2.
Chairul Anam, Muhammad. Analisis Strategi Pemberdayaan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh di KJKS BMT Fastabiq Pati Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Ummat. 2011. Phd Thesis. IAIN Walisongo.
Imaniyati, neni sri. Aspek-aspek hukum baitul maal wat tamwil (bmt) dalam perspektif hukum ekonomi. Prosiding snapp: sosial, ekonomi, dan humaniora, 2011, 2.1: 129-138.
Naimah, Naimah. Konsep hukum zakat sebagai instrumen dalam meningkatkan perekonomian ummat. Syariah jurnal ilmu hukum, 2014, 14.1.
Subhan, Subhan. Strategi pendayagunaan zakat untuk membangun ekonomi masyarakat. 2014. Phd thesis. Iain walisongo.
Adib, Nadiful. Studi analisis pendapat ahmad m. Saefuddin tentang pengelolaan zakat yang efektif ditinjau dari aspek manajemen. 2013. Phd thesis. Fakultas syariah dan ekonomi islam: ekonomi islam.
Hayati, Mardhiyah. Peran pemerintah dan ulama dalam pengelolaan zakat dalam rangka usaha penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pendidikan di indonesia. Jurnal asas, 2014, 4.2: 17.
Mustahiq, Relevansinya Dengan Peningkatan Ekonomi; Masalah, a. Latar Belakang. Skala Prioritas Distribusi Zakat.
Suharto, edi. Islam dan Negara Kesejahteraan. 2008.
Http://pusat.baznas.go.id/laporan/ (Diakses tanggal 10 februari 2014)









ADAKAH DOA TIDAK TERKABULKAN???

Hadits Qudsi “apabila manusia mendekat kepadaku sejengkal, aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia datang kepadaku berjalan perlahan, aku akan datang kepadanya dengan berlari (HR. Bukhari. At-Tirmidzi).

Berbagai macam cara untuk dekat kepada allah swt salah satunya berdoa. Tidak sedikit orang berdoa berharap untuk segera dikabulkan keinginannya oleh allah swt. Saya yakin tidak da doa yang sia-sia da tidak di kabulkan. Allah memiliki sifat kemuliaan tiada banding dan berjanji kepada hambanya yang berdoa”berdoalah kepadaku niscaya aku kabulkan doanya”.
Janji tuhan, tiada sama dengan janji yang dilakukan oleh makhluk yang acapkali terjadi pengingkaran. Adakah tuhan yang kita sembah sebagai penguasa jagat raya memiliki sifat ingkar janji seperti halnya manusia pendusta???
Tidak. Sudah sering saya buktikan. Setiap kejadian, setiap keadaan, setiap peristiwa dan setiap aktivitas yang saya lakukan adalah konsekuensi  dari doa yang saya panjatkan. Dan itu terkabulkan dengan bermodalkan “KEYAKINAN, KETABAHAN, KESABARAN DAN TERUS BERISTIQOMAH”.
Yakinlah, doa anda dan kita semua tidak hari ini, besok, lusa atau mungkin tahun depan di ijabah oleh allah swt dengan bermodal K3B.
Tidak sedikit terdengar kata pesimis “capek berdoa toh tetap seperti ini. Sekarang, minggu depan, bulan depan, tahun depan sama saja”. Dalam kesempatan ini. Ada beberapa cara yang di lakukan untuk memperbaiki adab berdoa kepada allah swt. Sehingga doa sahabat cepat terijabah.
1. Mencontohi doa malaikat kepada allah swt. Sebelum berdoa terlebih dahulu memuji allah dengan menegaskan bahwa rahmat dan ilmunya mencakup segala sesuatu. (tafsir al-mishbah volume 12 hlm. 292) baru mengajukan permohonan.
    2. Mendahulukan istigfar memohon ampun sebelum memohon surga. Sebab tidak ada manusia yang tidak berdosa-tetapi juga untuk mengajarkan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan oleh yang berminat surga adalah membersihkan dari dosa dan noda (M. Quraish Shihab)
    3. Doa para malaikat yang telah diciptakan allah bebas dari segala dosa, menunjukkan bahwa semakin suci hati seseorang. Doanya semakin cepat diijabah.

“ya allah pemilik jagat raya dan isinya. Engkau maha mengetahui maha tinggi dengan segala bentuk sifat yang engkau miliki. Saya tidak mengetahui hal ghaib yang akan terjadi kepadaku di esok hari. Hal yang baik menurutku belum tentu baik. Oleh karena itu, berikanlah yang terbaik menurut engkau. Amien.


Harfi Hambani